/home/ivaa/library.ivaa-online.org/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:624 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(b.biblio_id) from biblio as b where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Sitharesmi, Laksmi%" ]
Karya-karya yang dipamerkan berupa pameran sketsa dari beberapa seniman Indonesia. Jogja Sketsavaganza merujuk dari ekstravaganza yang bermakna sebuah karya yangluar biasa.
Merupakan katalog dari dua pameran kelompok yang berlangsung di Jogja Gallery mulai 2 Desember 2006 hingga 5 Januari 2007. Pameran pertama yang bertajuk Young Arrows menampilkan 40 perupa muda, sementara pameran kedua bertajuk Rhythm and Passion menampilkan karya dari 8 orang perupa.
Kecenderunganannya bermain idiom idiom yang divisualisasi lewat potensi khayali, lukisan -lukisan Laksmi serta merta menjadi surealis. Tepatnya, surealis idiomatik. Ini seperti halnya seni-seni Jawa lain, semisal wayang kulit, yang menjadi surealistik lantaran menyandang konsekwensi sebagai menyapai ekspresi idiomatik.Tapi ia mengakui, bahwa surealitas ciptaannya bukanlah semata mata dibawa dar…
Pameran kali ini diikuti oleh +- 150 Seniman baik seniman patung,lukis,maupun instalasi.Pameran Kembar Mayang ini menandai berdirinya museum Milik Oei Hong Djien dan Penanda kembalinya eksistensi Museum H Widayat yang keduanya di Kota Magelang.